Sabtu, 28 November 2015

JR 6 PER #CASH FLOW

Jurnal #MINGGU KE-6 CASH FLOW.

Setelah mempelajari materi minggu ke 6 yang menjelaskan mengenai cash flow, menambah wawasan saya tentang betapa pentingnya mengatur keuangan dan tentang bagaimana pentingnya menata aspek keuangan dalam bisnis ritel. Dan bagai mana cara untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.

{sumber dari modul minggu ke 6}
Pengertian Arus kas / cash flow
  Cash flow merupakan aliran kas yang ada di perusahaan dalam  suatu periode tertentu yang menggambarkan berapa uang yang masuk {cash in} dan berapa uang yang ke luar{cash out} ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukan dan biaya pengeluaran di perusahaan tersebut. Cash flow akan terlihat pada kas akhir yang di terima perusahaan.
Jadi cash flow adalah: jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatuperusahaan mulai dari infestasi di lakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut, dan juga cash flow adalah segalanya bagi keberlangsungan serta kemajuan usaha. Untuk itu kita harus tau langkah langkah penyusunan cash flow [arus kas].

Ada 4 langkah dalam penyusunan Arus kas / cash flow
Menentukan minimum kas. Jadi harus membuat laporan Arus kas. Laporan arus kas adalah: untuk mengetahui berapa uang yang kita miliki di masa tertentu.
Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran.
Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang di butuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ke 3.
Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi keuangan dan budget kas yang final.

  Tujuan adanya laporan arus kas adalah: menyediakan informasi yang relefan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama satu periode, yang meliputi:
Aktivitas oprasi {operating activities}
Aktivitas investasi {investing activities}
Aktivitas pembiayaan {financing activities}

Jenis-jenis cash flow / arus kas.
Inital cash flow atau kas awal.
Operational cash flow atau aliran kas opertional.
Terminal cash flow atau aliran kas akhir.

* ESAI.....

Ya saya pernah mengalami  problem keuangan di masa lalu baik itu saat menjalankan usaha maupun di dalam kehidupan keluarga. Penyebabnya adalah karna tidak bisa memenej keuangan dengan baik, pengeluaran pun lebih besar dari pemasukan, pendapatan dan pengeluaran dari hasil usaha berdagang di campur adukan dengan pendapatan dan pengeluaran pribadi serta yang lain nya jadi tidak bisa di ketahui mana keuntungan dan kerugian nya. Karena belum bisa menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran. Waktu itu pula semasa masih menjalan kan usaha berdagang sembako , keluarga saya sangat tergantung pada satu pemasok barang atau produk dagangan yang kami jadikan langganan. Orang yang berhutang pun terkadang telat membayar bahkan tidak membayar hutang dan pergi entah kemana .

Mengapa dulu saya mengalami kesulitan keuangan...???
Itu semua karena pengaruh kebutuhan ekonomi yang sangat banyak, karena kerisis moneter dan jarang bahkan tidak adanya lapangan kerja sehingga banyak yang menjadi pengangguran, serta tidak bisa melihat adanya peluang yang ada di sekitar. Dulu di tahu 2000 sewaktu saya lulus SMU , orang tua saya tidak mampu lagi membiayai apabila saya ingin melanjutkan untuk kuliah.karena himpitan ekonomi akhirnya kami merantau untuk mencari tempat yang menyediakan lahan pekerjaan yaitu di kebun Tebu  yang ada di lampung Timur. Kedua ortu saya menjadi buruh di kebun itu sedangkan saya menjaga adik-adik saya di Bedeng. Karena gaji buruh yang kurang mencukupi untuk menopang kehidupan keluarga maka saya pun melamar kerja di sebuah pabrik udang yang berada di lampung utara, setelah di terima, Hasil dari gaji saya di simpan sebagian untuk keperluan adik saya sekolah dan sebagian lagi untuk makan.

Bagaimana saya mengatasinya...??? 
  Dulu saya tidak pernah tau tentang yang namanya ENTERPRENEUR tapi saya berusaha mencari uang tambahan dengan menjual sayuran dan menjual hasil singkong yang telah kami tamam, baik itu menjual daun nya, batang, serta singkongnya . Kemudian setelah 1 tahun bekerja perusahaan pabrik udang membutuhkan banyak karyawan, wlaupun telah ada MES yang di sediakan oleh perusahaan , tetapi banyak pula yang mencari tempat untuk KOS atau KONTAKAN.
  Bermodalkan keuletan dan ketelatenan keluarga bisa membuatkan tempat kontrakan 3 kamar yang di bentuk seperti Bedeng, yaitu kami memanfaatkan daun alang-alang sebagai atap, bambu di anyam untuk dindingnya dan mencari kayu di hutan untuk Tiang rumahnya. Dan saya hanya membantu membelikan bantal dan semen untuk lantai saja. Selain itu saya mencoba menekan pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting, seperti membeli mainan untuk adik saya dan membeli jajan atau makan di luar.

Setelah saya mengikuti kelas PER ini dan berdasarkan pelajaran yang telah saya peroleh mengenai cash flow maka seharusnya saya mengatasinya dengan  cara:

  • pertama: saya akan membuat laporan Arus kas/ cash flow dan laporan Laba rugi secara terperinci sehingga bisa di hitung dan di ketahui berapa besar kecilnya pendapatan dan pengeluaran dalam usaha saya. Serta dapat diprediksi potensi realisasi kas di msa yang akan datang{ tingkat liguiditasnya}. 

  • Kedua: saya akan bernegosiasi dengan pemasok barang agar memberi masa pembayaran yang cuikup panjang dan lebih fleksibel. Serta tidak tergantung pada satu pemasok. 

  • Ketiga: Menyediakan dagangan yang bervariasi serta Terus ber inovasi. 

  • Keempat:saya akan selalu memantau aliran kas masuk dan aliran kas keluar serta menagih atau memberikan surat tagihan hutang kepada orang yang berhutang ketoko saya apabila sudah jatuh tempo pembayaran. 


Bagaimana untuk mencegah agar tidak terulang lagi...??? 
   Agar tidak terulang lagi maka usaha serta pengelolaan uang kas dan pengeluaran{Biaya} atau pun pemasukan dari hasil usaha akan saya atur sendiri, dan tidak saya campur adukan lagi dengan keuangan pribadi.
*Selalu mengecek inventory dan selalu memastikan barang tidak numpuk, serta melakukan Retur untuk barang yang tidak laku.

Mengapa cash flow sangat penting dalam oprasional usaha bisnis ritel...??? 
. Karena cash flow merupakan aliran Kas yang menggambarkan berapa uang yang masuk {cash in} dan berapa uang yang keluar {cash out} pada suatu usaha di periode tertentu, kemudian Kegiatan oprasional usaha ritel adalah suatu kegiatan yang akan mengakibatkan terjadinya aliran kas masuk untuk pendapatan dan aliran kas keluar untuk biaya.
 Cash flow / arus kas meenyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan  dan pembayaran kas sebuah perusahaan. Selain itu juga oprasional usaha bisnis ritel sangat memerlukan cash flow yang baik agar kita bisa mengendalikan atau mengontrolnya sehingga terhindar dari resiko keuangan yang tidak kita inginkan.

Bagaimana rencana saya nantinya untuk mengatur keuangan dan arus kas usaha khususnya untuk bisnis yang akan saya lakukan...???
Rencana saya yang pertama saya akan menentukan perencanaan cash flow, saya akan mulai dari penerapan, pengelolaan keuangan sampai pada laporan keuangan harus terperinci dengan baik dan memetakan keadaan keuangan atau dana dari hasil usaha saya.

Sekian esai ini saya buat, sebagai catatan Saya.

Semoga bermanfaat serta Bisa menginfirasi Pembaca untuk Tetap semangat dalam Berusaha.
Salam enterpreneur.
TERIMAKASIH

Hongkong, 4 november 2013
By: LINDAYATI.Z

Tidak ada komentar:

Posting Komentar