Semangat Pagii sahabat Entrepreneur.
Perkenalkan nama sya: Lindayati.Z
Akrab di sapa dg nama Melisya.
Setelah mengikuti dan membaca Materi di Kelas Online “Entrepreneurship Ciputra Way”Saya Mendapatkan baanyak Sekali ilmu pengetahuan tentang Entrepreneurship.
Saya merasa Sangat Bangga sekali menjadi salah satu dari Siswi ECW online yg bisa dapat Materi Langsung dari Bpk Ciputra dan Bpk Antonius Tanan.
Materi Entrepreneur yg di jelaskan secara Gamblang dan Dengan Bahasa yg Mudah di Fahami, membuat saya selalu Bersemangat untuk Belajar dan menimba Ilmu dari Beliau-Beliau para Dosen UCEO.
Pada Materi Minggu ke-2 ini saya ingin menggaris bawahi tentang IDE BISNIS & PELUANG BISNIS.
Sumber: Entrepreneurship Ciputra Way (Bpk.Antonius Tanan)
Ide Bisnis TIDAK SAMA DENGAN Peluang Bisnis.
Mari kita simak penjelasan dari Bpk Anton yangvTelah saya Rangkum di Blog ini.
Profersor Kuratko adalah seorang Profesor dari Amerika Serikat dalam bidang Entrepreneurship. Dia mengatakan seperti ini, “An Opportunity is something that an Entrepreneur recognize as solving the real problem or adding value”.
Ya, jadi ada masalah yang harus bisa diselesaikan. Harus ada solusi yang kreatif. Bukan sekedar ikut orang lain untuk mengambil suatu Opportunity harus bisa didefinisikan dengan jelas.
Jadi apa bedanya antara ide bisnis dengan peluang bisnis ?????
Menurut ECW Ide bisnis bisa disebut peluang bisnis apabila bisa menjawab tujuh pertanyaan di bawah ini.
- Pertama: Apakah ini menyelesaikan masalah bagi pelanggan? Pelanggan punya masalah apa? Apakah yang saya sedang rencanakan ini menyelesaikan suatu masalah? Apakah masalah ini penting bagi pelanggan? Kalau penting bagi pelanggan, berarti keinginiannya dia untuk mendapatkan produknya akan lebih tinggi..Jadi intinya Apakah Ide Bisnis kita itu bisa menyelesaikan masalah ??
- KeDua: Apakah pelangan mau berkorban untuk mendapatkan produk ini? Betul, pelanggan memiliki masalah. Tetapi kalau pelanggannya tidak mau berkorban, atau tidak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli solusi itu, itu bukan peluang namanya. Baiklah kita bertanya sebelum kita memulai usaha bisnis kita. Apakah pelanggan mau berkorban mengeluarkan uangnya dan mengambil, membeli solusi bisnis yang saya tawarkan?
- Ketiga: Apakah ada nilai tambah lain sehingga pelanggan tidak sanggup bilang tidak? Nah, ini penting. Pak Ciputra mengajarkan penting sekali berinovasi dalam berbagai aspek bisnis. Lakukan inovasi dalam berbagai fungsi bisnis sedemikian rupa sehingga pelanggan tidak sanggup bilang tidak. Kalau pelanggan masih bilang tidak, itu artinya inovasi belum selesai.
- Keempat: Apakah saya sanggup menciptakan jarak dengan pesaing? Ini adalah antisipasi dalam persaingan. Ketika kita membuka usaha kita dengan membesarkan usaha, jangan lupa banyak orang yang melihat, dan barangkali akan mengkopi. Sudahkah kita menyiapkan diri dengan berbagai inovasi yang lain sehingga persaingan tiba, kita sudah siap. Atau kita membuat produk kita sedemikian rupa, usaha kita sedemikian rupa, menciptakan jarak yang jauh dengan pesaing yang baru masuk. Kalau jaraknya jauh, anda bisa berlari lebih dulu dan lebih cepat.
- Kelima: Apakah akan memberikan manfaat untuk masyarakat? Jangan lupa, peluang bisnis bukan hanya sekedar bermanfaat untuk si Entrepreneur, untuk pelanggan, tapi juga harus bermanfaat untuk mayarakat. Entrepreneurship sejati tidak akan mengeluarkan produk atau jasa yang akan merusak masyarakat.
- Keenam: Seberapa besar market sizenya dan seberapa besar yang dapat diambil? Ini penting Sebab, Entrepreneur harus berhitung. Angka tidak pernah bohong. Dia harus bisa menghitung, berapa nilai market sizenya dan berapa banyak yang bisa diraih ??? Tanpa pemahaman tentang market size, akan berbahaya karena Jangan-jangan marketnya tidak besar? Dan kita akan Terkejut bila tidak banyak yang membeli produk kita.
- Ketujuh: Apakah saya sudah melakukan verifikasi???? Setiap asumsi-asumsi atau pemikiran, ataupun hasil inovasi yang ada di kepala kita harus diverifikasi di pasar. Artinya apa???...
»»» Bicarakan ide Bisnis kita dengan mereka. Tanya pendapat mereka.
»»»Sampaikan gagasan kita pada mereka. Verifikasi semua konsep yang ada di kepala.
»»»Dan dengarkan pendapat mereka. Kalo mereka mengatakan, “Wah, betul ini yang kami butuhkan”. Artinya, anda sudah selesai melakukan verifikasi. Dan anda baru saja merubah sebuah ide bisnis menjadi sebuah peluang bisnis.
Sekian JurnalRefleksi dan Rangkuman Materi yg saya buat, Semoga Bermanfaat untuk kita Semua.
Salam Entrepreneur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar