- Assalamu'alaikum wr wb.
Waktu berlalu begitu cepat, dan tak terasa Pembelajaran di kelas UCEO ini telah memasuki Materi Terakhir yaitu Marketing Mix.
Dari Rangkaian dan penjelasan di Blog saya sebelumnya tentang Setrategi pemasaran yaitu Analisis 3C, Analisis SWOT, Melakukan STP, Dan sekarang saya akan tuliskan tentang Ilmu pengetahuan yg telah Saya dapat dari materi UCEO yaitu Marketing Mix (Bauran Ritel) .
Marketing Mix di awali dengan 4P, Sekarang bahkan telah berkembang Menjadi 7P.
4P yang di kemukakan oleh Jarome McCarthy yaitu: ( Price , Promotion, Place, Produck.)
Merumuskan Marketing Mix harus sesuai dengan Targeting dan Positioning karena Agar kita tau kapan kita memilih tempat untuk menjual atau memasarkan produck kita, Berapa harga yang akan kita jual , apa jenis produck nya dan bagaimana Promosinya, Jadi semua itu semua tergantung pada STP yg telah kita lakukan sebelumnya.
PRICE ( HARGA ).
Price ( Harga) Adalah : Salah satu komponen yang sangat penting di mana pelanggan memutuskan untuk membeli , kita harus melihat apakah pelanggan kita termasuk orang yang peka terhadap harga atau tidak, karena ada Orang yang mengutamakan Harga , ada yang mengutamakan Kualitas dan ada juga yang mengutamakan Pelayanan.
Dalam membeli sebuah produk biasanya ada Pelanggan yang sangat Suka dg harga yang Terkesan Murah, Seperti $ 49,9 di banding dengan $ 50. Ada juga yang Tidak terlalu perduli dg harga tersebut.
Jadi kita harus Tau Mengapa Coustumer Membeli dengan harga tersebut ??
1. Orang membeli jika Benefit ( manfaat)^yang di peroleh lebih besar dari harga yg di bayarkan.
2. Orang membeli bisa dengan alasan Rasional atau Emosional.
3. Orang mempunyai Prinsip Ekonomis.
4. Orang mempunyai Prinsip Kenikmatan
5. Karena Life Style dari Produk tersebut.
Bagaimana cara melakukan Price ??
yaitu: Menetapkan Harga atau
Melihat kompetisi antara Biaya tetap dan Biaya Variable.
Penetapan harga antara lain:
1. Biaya Produksi.
2. Melihat dan menyesuaikan dengan Harga Kimpetitor.
3. Persepsi pelanggan.
Ada beberapa macam Setrategi dalam penetapan harga.
- Penetration Pricing Atau bagaimana kita menetapkan harga untuk melakukan penetrasi pasar.
- Skimming yaitu: Pasar dengan harga yang tinggi tapi perlahan lahan harga itu di turunkan agar pasar bisa menerima lebih banyak untuk bisa melayani Market yang lebih luas.
- Competition pricing yaitu: Melakukan penetapan harga dengan pesaing , Cendrung mengikuti harga pesaing / lebih sedikit berada di bawahnya.
- Lini Produck yaitu; Sebuah toko yang mempunyai produck bermacam macam kemudian membuat harga yang berbeda pula sesuai dengan karakteristik dari produck produck tersebut. misalnya Produck mempunyai Karakteristik lebih bagus sehingga di jual lebih mahal di banding produck B. atau sebaliknya produk B lebih mahal dari produck A.
- Bundle ( bundling) .yaitu Membuat harga menjadi lebih Ekonomis di mata pelanggan. Misalnya Banyak kita jumpai di toko atau Supermarket dengan harga Rp 4.990; ini lebih terkesan murah di banding Rp 5000; padahal harga hanya beda 10 perak.
- Premium yaitu; Masuk pasar dengan harga yang tinggi. Misalnya Pada produck Multi Lavel Marketing dan peoduck yang memiliki pasar premium ( Pasar kelas tinggi ).
- Optimal Pricing.
PROMOTION / Promosi.
Promosi adalah : Memberikan ingatan kepada pelanggan agar supaya ketika pelanggan membutuhkan produck, maka akan ingat pada merek tersebut. di pasaran mempunyai banyak Barang barang sejenis , maka pelanggan akan memilih Merek yang mereka sukai dan mereka ingat.
Promosi bukan lah sekedar untuk Memberi Informasi dari Mulut ke mulut, Promosi yang Baik harus Bisa memberikan Kesan di Ingatan Para pelanggan sehingga bisa selalu di Ingat Oleh Pelanggan, Serta Harus mengikuti Kaidah yang di sebut juga sebagai AIDA yaitu : Atensi (Atentation), Interest, Desire, dan Action. Melakukan Promosi sangat berkaitan dengan Positioning.
Kaidah AIDA Merupakan bagian dari Ilmu Psikologi.
- ATENSI , promosi yang pertama kali di lakukan yaitu membuat Atensi , agar bisa menarik perhatian pelanggan, agar mereka bisa tau, kemudian berhenti, lalu melihat, membaca dan sebagainya.
- Interst (Rasa ingin tau ) Kemungkinan mereja akan masuk ke Toko kita dan mencicipi Produck yang kita jual.
- Desire ( Hasrat ) Kemungkinan Pelanggan merasa ingin Memiliki, mencoba, menikmati, memakai dan sebagainya.
- Action: Suatu Tindakan di mana Orang memutuskan Untuk Membelinya.
PLACE / LOKASI.
Sebuah Lokasi Usaha memang sangat Penting, akan tetapi bukan suatu hal yang Utama, karena Lokasi bukan lah hanya Lokasi sebuah Usaha tetapi juga Lokasi Target Pasar.
Mengapa Harus ada Lokasi ??
- Karena Kita harus Pikirkan bagaimana Produk yang kita tawarkan bisa tersalurkan kepada pelanggan, apakah Lokasi kita pada wilayah tertentu atau pada yang lebih Luas.
- Karena kita juga harus memikirkan Masalah Logistik atau Bagaimana kita harus menyimpan Produck yang hendak kita jual.
- Karena Semakin banyak kita mempunyai Cabang Usaha di berbagai lokasi maka semqkin Banyak Pula Pelanggan yang akan Mengenal atau mengingat tentang Produck kita .
Apabila kita telah mempunyai banyak Cabang usaha maka kita harus memikirkan Bagaimana sebuah produck bisa di Deliver atau di antarkan kepada pelanggan di tempat uang lebih jauh, hal ini tidak boleh kita abaikan karena ini menyangkut biaya Tranportasi.
Apapun jenis Usaha kita Semua perlu Setrategi Pemasaran Karena bagaimana pun juga kita harus bisa menyampaikan Produck / jasa kita kepada Pelanggan dengan Baik, Misalnya: sebagai produsen ( pembuat produck ) atau sebagai Distributor / Retailer (Agent ).
PRODUCK
Kolter dalam buku Manajemen pemasaran mengatakan bahwa Product itu terdiri dari berbagai lapisan atau Lapisan yang sangat penting untuk melakukan Inovasi produck.
yaitu antara lain:
- CORE PRODUCT ( Core benefit ). yaitu: Nama utama dari sebuah Product. misalnya Sepeda motor, core produk nya adalah Alat transportasi.
- BASICK PRODUCT Yaitu Product Dasr. misalkan: Sepeda motor, basic producnya adalah Mempunyai Roda dan rodanya ada 2, mempunyai Kemudi atau Stang.
- EXPECTED PRODUCT Yaitu Sesuatu produk yang telah tersedia Sesuai keinginan dan harapan pelanggan. misanya Sepeda motor perlu di sediakan tempat duduk yang Empuk dan untuk Stang tidak terlalu licin .
- AUGMENTED Yaitu Penambahan pada Produk / Inovasi. Penambahan Produk ini harus kita perhatikan lebih jeli lagi , kita harus tau apakah dengan penambahan produk itu menjadi sebuah keinginan pelanggan untuk selamanya atau hanya bersifat sementara. Contohnya : Sepeda motor di Berikan Baai pada bagian belakang. biasanya ada yg suka ada juga yang tidak karena merasa terganggu.
AUGMENTED ( Tambahan ) antara lain :
* Membukakan pintu masuk dqn keluar untuk Para Tamu.
* Menyuguhkan Minuman ( Welcome drink ) kepada tamu yang datang di Hotel tersebut .
* Menyediakan mainan di dalam kamar mandi.
* Menyediakan beraneka Mainan atau Souvenir yang bisa di bawa pulang untuk Anak anak. dsb.
Maka Augmented ini harus benar benar di perhatikan karena parq pesaing pesaing kita akan melakukan Hal yang sama, jadi Apabila kita telah terbiasa dan menjadi Expected memberikan Augmented seperti di atas tadi, Lalu kemudian Menghilangkan nya maka pera pelanggan akan mempertanyakan nya / Complin.
- POTENTIAL PRIDUCT. Yaitu Produk yang masih terbilang untuk masa mendatang. misalnya : Televisi ( TV ) Sekarang memiliki LCD, LED, lalu di Masa mendatang Mungkin akan memiliki yang Lain lain lagi.
Beberapa Hal yang harus kita perhatikan dalam Pembahasan PRODUK.
- *Kita harus ingat masalah Merek ( merk ) . Sebuah Merek yang merekat pada Produk dan perusahaan yang harus kita perhatikan yaitu Brand eguality.
- *Brand eguality adalah Nilai finansial yang merekat pada produk tersebut.
- *Hal yang peling penting juga yaitu dalam Proses promosi yang berkenaan dengan Product yaitu Brand Carakter. misalnya : Pemilik McDonald yaitu Ronald McDonal. Pemilik Poddle pop yaitu Walls. Pemilik KFC yaitu Chaky dan lain lain
KAITAN STP DAN 4P.
4P sangat berkaitan dengan materi sebelumnya yaitu STP. Pada Blog saya sebelumnya juga telah Saya tulis Penjelasan bahwa STP sangat penting dan krusia dalam menentukan Bauran Ritel ( Marketing Mix ) yang akan di susun, karena kesalahan yang terjadi pada proses Awal yaitu STP akan memberikan dampak Signifikan terhadap penjualan produk.
Pada waktu kita memutuskan mengenai suatu Harga ( Price ), Place, Promosi, dan Product, maka harus kita kaitkan juga dengan STP.
Misalnya : Kesalahan ketika melakukan Promosi (ini harus kita hindari).
Contohnya: Perusahaan yang memproduksi Mobil.
#PRICE mobil tersebut murah karena berasal dari negara tertentu. Kemudian perusahaan memutuskan bahwa segmen pasarnya adalah kelas menengah ke bawah.
#PROMOSI dilakukan di media yang di baca oleh kalangan menengah ke bawah. Padahal pemakainya Belum tentu menengah ke bawah.
Jadi apabila kita membuat produk untuk kelas menengah keAtas, maka kita harus bisa menyajikan produk yang di butuhkan oleh kelas Atas. misalnya: Produk nya berkualitas bagus, kemasan produknya mempunyai Estetika dan desain yang bagus, mempunyai desain yang cocok atau sesuai untuk kelas Atas, serta detail- detailnya juga harus baik.
Contoh produk untuk kelas Atas misalnya COKLAT.
Mayoritas Orang suka dengan yang namanya makanan Coklat dari kelas atas , menengah, dan bawah. Jadi apabila Coklat ini di khususkan untuk kelas Atas maka biasanya di kemas dengan lebih Eklusif dan lebih mewah.
Begitu pula produk untuk kelas menengah kita harus tau dulu tentang kriteria kelas menengah itu seperti apa.
#PRODUCT, harus mencerminkan dari segi STP yang telah kita lakukan , dan untuk kemasan, dari bentuknya harus di sesuaikan dengan STP.
IMPLEMENTASI MARKETING MIX.
Di sini kita akan membahas tentang bagaimana mengimplementasikan markting mix ke dalam daur hidup produk.
Daur hidup sebuah Product sama dengan daur hidup Manuasia.
Ada 4 fase pada daur hidup produk dimana agar kita bisa tau kapankah produk kita berada di fase-fase tertentu.
- Fase Perkenalan, yaitu Ketika produk pertama kali di luncurkan dan membutuhkan banyak biaya, baik itu biaya sebelum maupun setelah peluncuran produck dan ketika produk tersebut di perkenalkan sampai Break event point. BREAK EVENT POINT adalah: posisi di mana biaya tetap dan biaya biaya variable sama dengan pendapatan penjualan ( Impas ) atau sudah ada keuntungan.
- Fase pertumbuhan ( growth ) yaitu Ketika pendapatan sudah mempunyai keuntungan dari penjualan dan meningkatnya pertumbuhan pasar yang terjadi sangat luar biasa. misalnya pelanggan awal 100 orang kemudian meningkat menjadi 150 orang dan seterusnya.
- Fase kematangan yaitu Ketika pertumbuhan mulai datar dan tidak lagi meleset. Misalnya *Penjualannya stabil atau turun namun mempunyai laba tetap banyak. *Reveneu nya bagus namun peningkatan jumlah pasar / pelanggan sedikit atau hampir tidak ada.
- Fase kemunduran yaitu Ketika pelanggan kita makin lama semakin sedikit, atau pelanggan sudah meninggalkan produk yang kita jual dan juga di tandai dengan mulai mengalami kerugian - kerugian ( biaya pengeluaran lebih banyak di banding pemasukan ).
Bagaimana mengimplementasikan marketing Mix ???
- FASE PERKENALAN kita fokus kan pada PRICE ( Harga ).
- FASE PERTUMBUHAN fokus utama kita pada PROMOSI. Jadi uang yang kita dapat dari laba harus kita fokuskan untuk promosi , sebab orang sudah mulai kenal , sudah mulai tau, sudah mulai menyukai, jadi apabila kita berhenti Promosi maka Orang - orang tersebut akan lupa.
- FASE KEMATANGAN fokus utama kita pada PLACE
- FASE KEMUNDURAN fokus utama kita pada PRODUCT. Jadi kita harus melakukan inovasi supaya produk tersebut menjadi baru kembali walaupun tidak muali dari Awal. contohnya: Produk elektronik ponsel / HP yang di perbaharui dengan berbagai macam feature-feature baru.
Demikianlah Tulisan saya pada kesempatan ini, Catatan Artikel ini adalah hasil pembelajaran yang telah saya dapat pada minggu ke 4 yaitu tentang marketing mix ( bauran ritel ) di kelas UCEO / online dengan bimbingan dari Bapak mentor Nur Agustinus. semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Saya berharap kepada bapak pembimbing dan seluruh pembaca mau memberikan masukan atau saran apabila dalam penulisan serta kata-kata yang tercantum pada artikel ini kurang berkenan. Saya sangat senang dan bahagia bisa mengikuti pelajaran sampai pada minggu ini, banyak sekali kendala yang harus saya hadapi demi mengikuti kegiatan belajar sembari bekerja seperti ini, tetapi api semangat saya tidak pernah padam demi Ilmu penetahuan serta wawasan yang akan saya peroleh. Seperti kata pepatah dari orang-orang pandai bahwa Belajar memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu, belajar bisa di mana saja dan dari siapa saja, Tuntutlah ilmu setinggi langit dan kejarlah ilmu itu walau harus ke negri china.
Terimakasih kepada Bapak pembimbing yang telah dengan sabar dan telaten dalam membimbing kami siswa-siswi mu, semoga ilmu yang kau berikan kepada kami bisa membawa kami ke gerbang kesuksesan dan semoga ALLAH SWT akan membalas semua kebaikan dan pengorbanan bapak kepada kami.. Aamiin.
SEKIAN dari saya Salam Sukses dan Salam Enterpreneur.
TERIMAKASIH.

























