Selasa, 12 Agustus 2014

JR . 4 # MARKETING MIX


  • Assalamu'alaikum wr wb.

Alhamdulillah  Bisa bertemu lagi di Halaman Blog saya yang ke 4. 
Waktu berlalu begitu cepat, dan tak terasa Pembelajaran di kelas UCEO ini telah memasuki Materi Terakhir yaitu Marketing Mix.
    Dari Rangkaian dan penjelasan di Blog saya sebelumnya tentang Setrategi pemasaran yaitu Analisis 3C, Analisis SWOT, Melakukan STP, Dan sekarang saya akan tuliskan tentang Ilmu pengetahuan yg telah Saya dapat dari materi UCEO  yaitu Marketing Mix (Bauran Ritel) .



Marketing Mix di awali dengan 4P, Sekarang bahkan telah berkembang Menjadi 7P.
4P  yang di kemukakan oleh Jarome McCarthy yaitu: ( Price , Promotion, Place, Produck.)
Merumuskan Marketing Mix harus sesuai dengan Targeting dan Positioning karena Agar kita tau kapan kita memilih tempat untuk menjual atau memasarkan produck kita, Berapa harga yang akan kita jual , apa jenis produck nya dan bagaimana Promosinya, Jadi semua itu semua tergantung pada STP yg telah kita lakukan sebelumnya.



PRICE ( HARGA ).
Price ( Harga) Adalah : Salah satu komponen yang sangat penting  di mana pelanggan memutuskan untuk membeli , kita harus melihat apakah pelanggan kita termasuk orang yang peka terhadap harga atau tidak, karena ada Orang yang mengutamakan Harga , ada yang mengutamakan Kualitas dan ada juga yang mengutamakan Pelayanan.

Dalam membeli sebuah produk  biasanya ada Pelanggan yang sangat Suka dg harga yang Terkesan Murah, Seperti $ 49,9 di banding dengan $ 50. Ada juga yang Tidak terlalu perduli dg harga tersebut.

Jadi kita harus Tau Mengapa Coustumer Membeli dengan harga tersebut ??
1. Orang membeli jika Benefit ( manfaat)^yang di peroleh lebih besar dari harga yg di bayarkan.
2. Orang membeli bisa dengan alasan Rasional atau Emosional.
3. Orang mempunyai Prinsip Ekonomis.
4. Orang mempunyai Prinsip Kenikmatan
5. Karena Life Style dari Produk tersebut.




Bagaimana cara melakukan Price ??
yaitu: Menetapkan Harga atau
Melihat kompetisi antara Biaya tetap dan Biaya Variable.

Penetapan harga antara lain:
1. Biaya Produksi.
2. Melihat dan menyesuaikan dengan Harga Kimpetitor.
3. Persepsi pelanggan.


Ada beberapa macam Setrategi dalam penetapan harga.
  1.  Penetration Pricing  Atau bagaimana kita menetapkan harga untuk melakukan penetrasi pasar.
  2. Skimming yaitu: Pasar dengan harga yang tinggi tapi perlahan lahan harga itu di turunkan agar pasar bisa menerima lebih banyak untuk bisa melayani Market yang lebih luas. 
  3. Competition pricing yaitu: Melakukan penetapan harga dengan pesaing , Cendrung mengikuti harga pesaing / lebih sedikit berada di bawahnya. 
  4. Lini Produck yaitu; Sebuah toko yang mempunyai produck bermacam macam kemudian membuat harga yang berbeda pula sesuai dengan karakteristik dari produck produck tersebut. misalnya Produck mempunyai Karakteristik lebih bagus sehingga di jual lebih mahal di banding produck B. atau sebaliknya produk B lebih mahal dari produck A.
  5.  Bundle ( bundling) .yaitu Membuat harga menjadi lebih Ekonomis di mata pelanggan. Misalnya Banyak kita jumpai di toko atau Supermarket dengan harga Rp 4.990; ini lebih terkesan murah di banding Rp 5000; padahal harga hanya beda  10 perak. 
  6. Premium yaitu; Masuk pasar dengan harga yang tinggi. Misalnya Pada produck Multi Lavel Marketing dan peoduck yang memiliki pasar premium ( Pasar kelas tinggi ). 
  7. Optimal Pricing.

PROMOTION / Promosi.
Promosi adalah : Memberikan ingatan kepada pelanggan agar supaya ketika pelanggan membutuhkan produck, maka akan ingat pada merek tersebut. di pasaran mempunyai banyak Barang barang sejenis , maka pelanggan akan memilih Merek yang mereka sukai dan mereka ingat. 
Promosi bukan lah sekedar untuk Memberi Informasi dari Mulut ke mulut, Promosi yang Baik harus Bisa memberikan Kesan di Ingatan Para pelanggan sehingga bisa selalu di Ingat Oleh Pelanggan, Serta Harus mengikuti Kaidah yang di sebut juga sebagai AIDA yaitu : Atensi (Atentation), Interest, Desire, dan Action.  Melakukan Promosi sangat  berkaitan dengan Positioning. 

Kaidah AIDA Merupakan bagian dari Ilmu Psikologi.

  • ATENSI , promosi yang pertama kali di lakukan yaitu membuat Atensi , agar bisa menarik perhatian pelanggan, agar mereka bisa tau, kemudian berhenti, lalu melihat, membaca dan sebagainya. 
  • Interst (Rasa ingin tau ) Kemungkinan mereja akan masuk ke Toko kita dan mencicipi Produck yang kita jual. 


  • Desire ( Hasrat ) Kemungkinan Pelanggan merasa ingin Memiliki, mencoba, menikmati, memakai dan sebagainya. 
  • Action: Suatu Tindakan di mana Orang memutuskan Untuk Membelinya.

PLACE / LOKASI.
Sebuah Lokasi Usaha memang sangat Penting, akan tetapi bukan suatu hal yang Utama, karena Lokasi bukan lah hanya Lokasi sebuah Usaha tetapi juga Lokasi Target Pasar.
Mengapa Harus ada Lokasi ??


  1.  Karena Kita harus Pikirkan bagaimana Produk yang kita tawarkan bisa tersalurkan kepada pelanggan, apakah Lokasi kita pada wilayah tertentu atau pada yang lebih Luas.
  2.  Karena kita juga harus memikirkan Masalah Logistik atau Bagaimana kita harus menyimpan Produck yang hendak kita jual. 
  3. Karena Semakin banyak kita mempunyai Cabang Usaha di berbagai lokasi maka semqkin Banyak Pula Pelanggan yang akan Mengenal atau mengingat tentang Produck kita .

Apabila kita telah mempunyai banyak Cabang usaha maka kita harus memikirkan Bagaimana sebuah produck bisa di Deliver atau di antarkan kepada pelanggan di tempat uang lebih jauh, hal ini tidak boleh kita abaikan karena ini menyangkut biaya Tranportasi.
      Apapun jenis Usaha kita Semua perlu Setrategi Pemasaran Karena bagaimana pun juga  kita harus bisa menyampaikan Produck / jasa kita kepada Pelanggan dengan Baik, Misalnya: sebagai produsen ( pembuat produck )  atau sebagai Distributor /  Retailer (Agent ).


PRODUCK
Kolter dalam buku Manajemen pemasaran mengatakan bahwa Product itu terdiri dari berbagai lapisan atau Lapisan yang sangat penting untuk melakukan Inovasi produck.
yaitu antara lain:



  • CORE PRODUCT ( Core benefit ). yaitu: Nama utama dari sebuah Product. misalnya Sepeda motor, core produk nya adalah Alat transportasi.  
  • BASICK PRODUCT Yaitu Product Dasr. misalkan: Sepeda motor, basic producnya adalah Mempunyai Roda dan rodanya ada 2, mempunyai Kemudi atau Stang. 
  • EXPECTED PRODUCT Yaitu Sesuatu produk yang telah tersedia Sesuai keinginan dan harapan pelanggan. misanya Sepeda motor perlu di sediakan tempat duduk yang Empuk dan untuk Stang tidak terlalu licin . 
  • AUGMENTED Yaitu Penambahan pada Produk / Inovasi.  Penambahan Produk ini harus kita perhatikan lebih jeli lagi , kita harus tau apakah dengan penambahan produk itu menjadi  sebuah keinginan pelanggan untuk selamanya atau hanya bersifat sementara. Contohnya : Sepeda motor di Berikan Baai pada bagian belakang. biasanya ada yg suka ada juga yang tidak karena merasa terganggu. 
Contoh lain : HOTEL BERBINTANG mempunyai 
AUGMENTED ( Tambahan ) antara lain :
* Membukakan pintu masuk dqn keluar untuk Para Tamu.
* Menyuguhkan Minuman ( Welcome drink ) kepada tamu yang datang di Hotel tersebut .
* Menyediakan mainan di dalam kamar mandi.
* Menyediakan beraneka Mainan atau Souvenir yang bisa di bawa pulang  untuk Anak anak. dsb.

           Maka Augmented ini harus benar benar di perhatikan karena parq pesaing pesaing kita akan melakukan Hal yang sama, jadi Apabila kita telah terbiasa  dan menjadi Expected memberikan Augmented seperti di atas tadi, Lalu kemudian Menghilangkan nya maka pera pelanggan akan mempertanyakan nya / Complin.

  • POTENTIAL PRIDUCT. Yaitu Produk yang masih terbilang untuk masa mendatang. misalnya : Televisi ( TV ) Sekarang memiliki LCD, LED, lalu di Masa mendatang Mungkin akan memiliki yang Lain lain lagi.

Beberapa Hal yang harus kita perhatikan dalam Pembahasan PRODUK.
  • *Kita harus ingat masalah Merek ( merk ) . Sebuah Merek yang merekat pada Produk dan perusahaan yang harus kita perhatikan yaitu Brand eguality.
  • *Brand eguality adalah Nilai finansial yang merekat pada produk tersebut.
  • *Hal yang peling penting juga yaitu  dalam Proses promosi yang berkenaan dengan Product yaitu Brand Carakter. misalnya : Pemilik McDonald yaitu Ronald McDonal. Pemilik Poddle pop yaitu Walls. Pemilik KFC yaitu Chaky dan lain lain

KAITAN STP DAN 4P.

4P sangat berkaitan dengan materi sebelumnya yaitu STP. Pada Blog saya sebelumnya juga telah Saya tulis Penjelasan bahwa STP sangat penting dan krusia dalam menentukan Bauran Ritel ( Marketing Mix ) yang akan di susun, karena kesalahan yang terjadi pada proses Awal yaitu STP akan memberikan dampak Signifikan terhadap penjualan produk.
   Pada waktu kita memutuskan mengenai suatu Harga ( Price ), Place, Promosi, dan Product, maka harus kita kaitkan juga dengan STP.
Misalnya : Kesalahan ketika melakukan Promosi (ini harus kita hindari).
Contohnya: Perusahaan yang memproduksi Mobil.
#PRICE mobil tersebut murah karena berasal dari negara tertentu. Kemudian perusahaan memutuskan bahwa segmen pasarnya adalah kelas menengah ke bawah.
#PROMOSI dilakukan di media yang di baca oleh kalangan menengah ke bawah. Padahal pemakainya Belum tentu menengah ke bawah.
       

          Jadi apabila kita membuat produk untuk kelas menengah keAtas, maka kita harus bisa menyajikan produk yang di butuhkan oleh kelas Atas. misalnya: Produk nya berkualitas bagus, kemasan produknya mempunyai Estetika dan desain yang bagus, mempunyai desain yang cocok atau sesuai untuk kelas Atas, serta detail- detailnya juga harus baik.

Contoh produk untuk kelas Atas misalnya COKLAT. 
  Mayoritas Orang suka dengan yang namanya makanan Coklat dari kelas atas , menengah, dan bawah. Jadi apabila Coklat ini di khususkan untuk kelas Atas maka biasanya di kemas dengan lebih Eklusif dan lebih mewah. 
  Begitu pula produk untuk kelas menengah kita harus tau dulu tentang kriteria kelas menengah itu seperti apa.
#PRODUCT, harus mencerminkan dari segi STP yang telah kita lakukan , dan untuk kemasan, dari bentuknya harus di sesuaikan dengan STP.

IMPLEMENTASI MARKETING MIX.

  Di sini kita akan membahas tentang  bagaimana mengimplementasikan  markting mix ke dalam daur hidup produk. 




Daur hidup sebuah Product sama dengan daur hidup Manuasia.
Ada 4 fase pada daur hidup produk dimana agar kita bisa tau kapankah produk kita berada di fase-fase tertentu. 
  1. Fase Perkenalan, yaitu Ketika produk pertama kali di luncurkan dan membutuhkan banyak biaya, baik itu biaya sebelum maupun setelah peluncuran produck dan ketika produk tersebut di perkenalkan sampai Break event point. BREAK EVENT POINT adalah: posisi di mana biaya tetap dan biaya biaya variable sama dengan pendapatan penjualan ( Impas ) atau sudah ada keuntungan. 
  2. Fase pertumbuhan ( growth )  yaitu Ketika pendapatan sudah mempunyai keuntungan dari penjualan dan meningkatnya pertumbuhan pasar yang terjadi sangat luar biasa. misalnya pelanggan awal 100 orang kemudian meningkat menjadi 150 orang dan seterusnya. 
  3. Fase kematangan yaitu Ketika pertumbuhan  mulai datar dan tidak lagi meleset. Misalnya *Penjualannya stabil atau turun namun mempunyai laba tetap banyak. *Reveneu nya bagus namun peningkatan jumlah pasar / pelanggan sedikit atau hampir tidak ada.
  4. Fase kemunduran yaitu Ketika  pelanggan kita makin lama semakin sedikit, atau pelanggan sudah meninggalkan produk yang kita jual dan juga di tandai dengan mulai mengalami kerugian - kerugian ( biaya pengeluaran lebih banyak di banding pemasukan ).
Bagaimana mengimplementasikan marketing Mix ??? 
  1. FASE PERKENALAN  kita fokus kan pada PRICE ( Harga ).
  2. FASE PERTUMBUHAN fokus utama kita pada PROMOSI. Jadi uang yang kita dapat dari laba harus kita fokuskan untuk promosi , sebab orang sudah mulai kenal , sudah mulai tau, sudah mulai menyukai, jadi apabila kita berhenti Promosi maka Orang - orang tersebut akan lupa.
  3. FASE KEMATANGAN fokus utama kita pada PLACE
  4. FASE KEMUNDURAN  fokus utama kita pada PRODUCT. Jadi kita harus melakukan inovasi supaya produk tersebut menjadi baru kembali walaupun  tidak muali dari Awal. contohnya: Produk elektronik ponsel / HP yang di perbaharui dengan berbagai macam feature-feature baru. 
Maka kesimpulannya  ketika pelanggan sudah mulai bosan dengan produk yang kita jual, kita harus merubah produk tersebut agar mempunyai feature-feature baru dan tipe-tipe baru untuk kita suguhkan kepada pelanggan, artinya Produk harus kita ubah atau kita utak atik.

    Demikianlah Tulisan saya pada kesempatan ini, Catatan Artikel ini adalah hasil pembelajaran yang telah saya dapat pada minggu ke 4 yaitu tentang marketing mix ( bauran ritel ) di kelas UCEO / online dengan bimbingan dari Bapak mentor Nur Agustinus. semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.  Saya berharap kepada bapak pembimbing dan seluruh pembaca mau memberikan masukan atau saran apabila dalam penulisan serta kata-kata yang tercantum pada artikel ini kurang berkenan. Saya sangat senang dan bahagia bisa mengikuti pelajaran sampai pada minggu ini, banyak sekali kendala yang harus saya hadapi demi mengikuti kegiatan belajar sembari bekerja seperti ini, tetapi api semangat saya tidak pernah padam demi Ilmu penetahuan serta wawasan yang akan saya peroleh. Seperti kata pepatah dari orang-orang pandai bahwa Belajar memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu, belajar bisa di mana saja dan dari siapa saja, Tuntutlah ilmu setinggi langit dan kejarlah ilmu itu walau harus ke negri china. 
    Terimakasih kepada Bapak pembimbing yang telah dengan sabar dan telaten dalam membimbing kami siswa-siswi mu, semoga ilmu yang kau berikan kepada kami bisa membawa kami ke gerbang kesuksesan dan semoga ALLAH SWT akan membalas semua kebaikan dan pengorbanan bapak kepada kami.. Aamiin. 

SEKIAN dari saya Salam Sukses dan Salam Enterpreneur.
TERIMAKASIH.



Jumat, 01 Agustus 2014

JR 3 # STP { Segmentation, Targeting, Positioning }.

Assalamu'alaikum wr wb. 

Apakabar para sahabat ku semua ??? 
Salam Jumpa  di halaman Blog saya , dan kali ini di minggu ke 3 Saya telah Di ajarkan sampai pada  Materi pembelajaran tentang Melakukan STP di dalam SETRATEGI PEMASARAN. Sebelumnya saya juga bingung sih apa yang di maksud STP itu ??

Setelah melihat vidio tentang materi STP yang di sampaikan oleh Bpk Nur Agustinus  ternyata ini sangat penting untuk kita pelajari dan kita pahami kemudian kita lakukan sebelum kita masuk dalam setrategi bauran ritel.
Dalam modul ke 3 ini , kita di ajarkan tentang bagaimana melakukan Segmentasi pasar, Tau siapa target pasar kita,  dan Mengerti bagaimana position usaha kita. Proses STP ini benar-benar sangat penting  dan Krusial dalam menentukan setrategi bauran ritel / marketing mix yang akan kita susun  nantinya. Kesalahan pada proses awal atau SEGMENTASI akan memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan penjualan produck.

STP { SEGMENTATION, TARGETING, POSITIONING }.

SEGMENTATION / SEGMENTASI.
  

Segmentasi adalah: Proses pembagian populasi Masyarakat ke dalam beberapa segmen yang memiliki kesamaan KARAKTERISTIK, seperti Usia, pendidikan, jeniskelamin, dan pendapatan seseorang. 
Mengapa kita harus melakukan segmentasi ?? Karena agar kita tau tentang Produc yang kita buat / kita jual tidak seluruhnya bisa di pakai atau di Nikmati semua Orang, selain itu apakah produck kita bisa di sukai semua orang, atau apakah cocok untuk semua orang, .

contohnya:  
  1.  AIR MINERAL: Air mineral bisa di minun oleh semua orang, muali dari bayi baru lahir sampai Orang tua. tapi tidak semua orang akan minum air mineral ini, mungkin saja karna harganya mahal dan mungkin karena kondisi keseharannya yang tidak boleh memaksa untuk minum air mineral ini. 
  2. Makanan sachet cepat saji:  tidak semua orang akan memakan makanan jenis ini.
  3. PERMEN LOLIPOP: Permen ini sangat di gemari anak anak, dan mungkin juga di gemari remaja atau bahkan di sukai orang tua. tapi tidak semua anak atau remaja mau memakan nya.
  4. MAINAN MOBIL-MOBILAN / TEMBAK-TEMBAKAN.: Misalnya mainan ini telah di tulis di anjurkan hanya untuk anak usia 6 tahun keAtas, itu artinya kalau anak usia 6 tahun  bawah tidak cocok. Mengapa ???Kemungkinan mobil-mobilan /tembak-tembakan tersebuthanya sebagai koleksi, atau hanya boleh untuk orang dewasa saja.
  5. JAMU SERBUK / PIL :Misalnya  telah di tuliskan khusus Pria, khusus wanita, atau ada juga Tidak di anjurkan untuk wanita hamil .dsb.
Bagaimana cara melakukansegmentasi pasar  yang hendak kuta tuju ??? 
 Di dalam masyarakat orang yang hendak kita tuju masih tercampur baur dan sangat heterogen, ada bayi, anak -anak, Remaja, dewassa, dan lansia. maka dari itu kita harus melakukan beberapa Proses  dalam melakukan segmentasi pasar ini.
  1.  Melakukan proses Pemilihan,  antara bayai, anak anak, remaja , dewasa , dan lansia.
  2. Melakukan pengelompokan, a) Menggolongkan secara geografis, misalkan berdasarkan area tempat tinggal mereka yaitu: kota, propinsi, kewarganegaraan, iklim, kondisi alam dsb. b). Melakukan Pengelompokan secara DEMOGRAFIS, misalkan dari segi Usia, jenis kelamin, status, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, agama,etnis dsb.
  3. Melakukan Pembagian, a). Pembagian secara Geogrfis, b). Pembagian secara nDemografis, c). Pembagian secara Psikografi, misalnya berdasarkan Karakter , sifat, atau temperamen seseorang( periang, pemarah, sensitif), dan berdasarkan Minat atau Gaya hidup (sederhana, glamour, modern, konvensional dsb). d). Pembagian dari segi Prilaku, misalnya Kebiasaan  sehari-harinya seseorang tersebut, Kesetiaan konsumen terhadap sebuah Merk, waktu konsumsi produk, manfaat yang di butuhkan, Tingkat adaptasi terhadap produck baru.
TARGETTING / MENARGET PASAR



       Setelah melakukan segmentasi pasar, Tahap selanjutnya adalah melakukan Targeting.
Targeting adalah: Melakukan pengelompokan~ pengelompokan,atau melakukan pemilihan segmen yang akan di jadikan Target penjualan, dan Membidik Pasar mana yang akan kita Raih/ kita Ambil. 


      Di dalam proses ini Pembisnis memilih satu atau lebih segmen pasar yang menarik untuk di layani.
Apakah kita harus melakukan Target pasar terlebih dahulu atau kita membuat produk terlebih dahulu ???
Jawabnya yaitu: Bisa saja andalakukan salah satunya atau ke dua~duanya.. Tapi jika untuk pemula bisnis, Alangkah lebih baiknya kita bisa menentukan Target pasar  kita terlebih dahulu, Agar kita tau Target pasar kita siapa.


Contohnya lain nya: 
Permen Lolipop, Setelah kita lakukan Segmentasi pasarnya misalkan; Permen warna Merah khusus untuk Anak anak. 
Permen warna kuning khusus untuk Remaja / Dewasa. 
Permen warna Hijau khusus Untuk Orang Tua / Lansia. 
Maka selanjutnya kita harus tau siapa Target pasar yang sebenarnya untuk Permen Lolopop ini. Misalnya kita Target kan untuk Anak anak karena Permen Lebih di gemari Oleh anak anak ketimbang Remaja dan Orang Tua..

Ada beberapa Tip praktis untuk Memilih segmen pasar potensial yang di layani yaitu: 
  1. Kemampuan Sumber Daya, yang meliputi Sumber daya manusia, Teknologi dsb.  Potensial atau tidaknya suatu Segmen pasar dapat di lihat dari kemampuan yang di miliki Oleh Pengusaha dalam melayani kebutuhan dan keinginan segmen pasar tersebut.  misalnya: Sebuah toko Furnitur yg memilih melayani segmen pasar Premium( high end customer) maka toko tsb harus menyediakan produck lokal maupun Impor yang berkiualitas tinggi, memberikan Layanan konsumen yang PRima dan Customized, menciptakan desain atau Layout dan suasana toko yang menarik dsb.
  2. Informasi atau Data Konsumen. contoh: Informasi yang di butuhkan adalah Profil karakteristik konsumen, Prilaku belanja, prefrensi konsumen, daya beli dan sebagainya. Sumber Daya dapat di berupa Data sekunder yang dapat di gali dari Media cetak, visual dan juga dari hasil laporan penelitian kalangan akademis. Dan dapat juga berupa Primer yang bisa di dapat melalui survey aatau wawancara dalam beberapa segmen yang ingin di layani. 
  3. Akses masuk layanan. misalnya : kita ingin membuka toko seluler yg melayani segmen pasar di daerah pedalaman Papua, Meski kondisi pesaingan di sana sangat minim tapi Banyak Aspek masuk layanan yang harus kita pertimbangkan, terutama Kondisi Infrstruktur jalan, Jaringan seluler, Kebudayaan Masyarakat dsb.  Apabila Akses layanan terbatas dan tidak mendukung maka sebaiknya Rencana tersebut kita alihkan untuk melayani segmen pasar di pusat Ibukota Propinsi Papua yg menawarkan akses layanan yang lebih Baik. 
  4. Kemampuan Konsumen. misalnya: Ingin membuka cabang usaha toko produk elektronik di kecamatan atau desa, kita harus memastikan bahwa segmen pasar yang ada di daerah tersebuy memiliki daya beli yang memadai, Tingkat pendidikan yang Baik, mempunyai tingkat Adaptasi teknologi yang baik pula, dengan demikian calon konsumen dapat membeli produk Elektronik yang di  jual dengan baik.

Selain Tip di atas Pemahaman akan Karakteristik prilaku konsumen juga sangat di perlukan, sehingga Paritel dapat menyusun setrategi yang tepat untuk Melayani Konsumen.


Ada 10 Karakteristik Prilaku Konsumen indonesia ( menurut penelitian FRONTIER)



  1.  Berpikir jangka pendek, Prilaku ini memiliki ciri umum seperti suka membeli sesuatu secara instan, membeli produk untuk solusi jangka pendek, dan membeli produk berdasarkan anggaran yang di miliki. 
  2. Sulit merencanakan sesuatu, Prilaku ini cendrung membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya, atau pembelian secara langsung ( tergolong IMPULSIVE BUYER ). 
  3. Suka berkumpul, konsumen indonesia biasanya suka berkunpul dan berbelanja bersama-sama dengan teman atau keluarga. 
  4. Gagap teknologi. Secara umum penduduk indonesia masih banyak yang belum menguasai Teknologi. 
  5. BerOrientasi pada konteks, Prilaki ini memiliki tiga ciri utama yaitu: Memiliki minat baca yang rendah, memilih segala sesuatu yang menghibur dan Ringan, Dan Persepsinya mudah di Ubah, Jadi intinya Konsumen indonesia tidak menyukai Bahasan topik yang berat. 
  6. Menyukai merek Asing. 
  7. Religius, Mayoritas penduduk indonesia adalah Muslim jadi Untuk membeli sebuah produk Makanan bahkan non makanan seperti Perawatan tubuh, kosmetik , fashion dan lain sebagainya Konsumen Indonesia Berorientasi pada Pedoman yang berlandaskan keHALALan. 
  8. Memiliki gengsi yang Tinggi, ciri-cirinya: 1) Adanya kelas-kelas sosial yang di ciptakan masyarakat seperti Arisan, PKK, dll. 2). Suka bersosialisasi dengan orang lain sehingga mendorong dirinya untuk tampil lebih menonjol di banding dengan yang lain. 3) Mempunyai persepsi bahwa Kesuksesan selalu di ukur dengan banyaknya meteri dan kekuasaan yang di miliki. 
  9. Pengaruh Sub Culture yang kuat. Prilaku ini memiliki ciri Bahwa konsumen Indonesia memiliki Rasa kedaerahan yang kuat. misalnya: Orang padang menyukai makanan yang berasa Pedas, Orang Jogja menyukai makanan yang Manis. Jadi karena itu pembelian dalam sebuah Produk juga bisa di pengaruhi oleh unsur kedaerahan . 
  10. Kurang Peduli Lingkungan. Hal ini dapat di lihat dari kebiasaan membuang sampah Sembarangan, Pembakaran sampah serta masih banyak Lingkungan yang kotor dan tidak terawat dengan Baik.

dari panduan praktis tersebut kita tinggal mempelajari Setiap segmen pasar dari hasil proses Segmentasi.

POSITIONING / POSISI

          Positioning artinya: Bagaimana Posisi produk yang Anda jual di benak Konsumen. Position ini juga sangat penting dalan Pemasaran, Karena Pertempuran dalam Marketing Bukan terjadi di Pasar Tetapi terjadi di Benak Pelanggan.  Suatu hal yang harus kita pelajarictentang position ini  yaitu Kita harus bisa melakukan Survey, Agar kita bisa mengetahui Letak Produck yang kita Tawarkan kepada Pelanggan itu Ada di mana dan Karana apa.

Contoh nya: Air Mineral.
Di supermarket ada banyak sekali Merek merek Air mineral yang di jual, dan pasti kita tau sebagai Coustumer Bahwa ingin Membeli Air ini karena KUALITAS & HARGA.
      Didalam berbagai macam Produk yang kita jumpai Kualitas dan Harga menjadi patokan yang utama untuk Menarik Pelanggan, Dan juga Karena Kualitas dan Harga Akan menjadi pertimbangan Pelanggan untuk Membeli atau Tidak nya Produk kita.  Ini lah yang di maksut Position penting yang harus kita Pelajari.
    Umumnya Orang mengatakan : Saya ingin Produk yang Harganya Murah, Kualitas Bagus, Tapi pada kenyataannya tidak.
Adapula yang mengatakan: Saya ingin harga murah, Masalah Kualitas tidak penting. Jadi Semua itu hanya pada Masalah Persepsi.
Misalnya: 

  • * Ada Produk yang Kualitasnya bagus tapi Harganya mahal, Belum tentu di Beli. 
  • * Ada Produk yang Kualitasnya Bagus dengan Harga MUrah, sudah Pasti di Beli. 
  • * Ada Produk yang Kualitasnya Jelek dengan Harga Murah, Tidak mungkin di Beli.
  • * Ada Produk yang Kualitasnya Bagus dengan Harga Mahal, Kemungkinan di Beli.

    Setelah kita melakukan Segmentasi, Targeting, maka kita harus melakukan Positioning harus benar - benar tepat agar tidak Keliru dalam melakukan analisis Kompetitor / Pesaing yang berada di kuadran yang Sama. 
Contohnya:  mempunyai Restoran Seafood dan banyak Pesaing-pesaingnya.  Jadi saya harus tau Bahwa Restoran ini Termasuk ke dalam kuadran yang Mana.  Apakah Kuadran yang Berkualitas Bagus tapi di Anggap Mahal, atau Kuadran yang Berkualitas Bagus dan di anggap dengan Harga Murah. 


Jadi Kesimpulannya, Kita tak perlu Menghawatirkan atau terlalu Memikirkan Kompetitor yang ada di luar Kuadran, karena setiap Kuadran Mempunyai Karakteristik pembeli yang berbeda. 

Setelah mempelajari tentang STP ini saya Terapkan dalam melkukan nya pada Restoran seafood Impian saya yaitu Seafood Resto WawaY. 


SEGMENTASI: Seafood Resto waWaY adalah Bisa di nikmati oleh semua orang yang suka menkonsumsi atau favorit dengan makanan seafood, selain makanan tersebut mempunyai banyak kandungan protein vitamin serta Bergizi tinggi makanan seafood adalah salah satu makanan yang di jamin keHALAL nya.
 Maka segmen pasar nya adalah : Untuk semua orang yang berkunjung dan penduduk yang berada di lokasi RESTORAN saya. 
 1. Kepada masayarakat setempat /sekitar di perkirakan 35% dan nelayan yang biasanya singgah atau mampir di + Nelayan setempat 10%.
 2. Kepada wisatawan yang berkunjung ke tempat pariwisata  Dekat lokasi resto saya 25%
 3.)TNI- Angkatan laut yang sedang menjalani pelantikan   dan bertugas di dekat lokasi saya 10%.4.) Tukang ojek yang mangkal  10% dan pengendara atau sopir angkot , sopir truk, dan sopir Bus yang bertugas sebagai pengantar dan penjemput bagi anak-anak study tour dan sebagai antar jemput pariwisata asing yang ingin berkunjung ke pantai yang berada dekat dengan lokasi Resto saya 10%.

Dalam melakukan segmentasi dengan proses pengelompokan:

1. Secara geografisnya  yaitu pelanggan yang berada di PROPINSI LAMPUNG .
2. Secara Demografis Makanan seafood ini juga Bisa di Nikmati oleh Orang laki-laki dan perempuan yang berUsia dari 2 th (anak-anak) - 50 th (lansia)', Untuk orang muslim sangat cocok mengkonsumsi makanan seafood ini karna di jamin keHalalannya.

TARGETING:  Pelanggan yang akan saya tuju adalah Orang yang sedang membutuhkan makan dan mampu membeli produk saya. Target saya adalah pelanggan atau Orang dewasa yang berUmuran 20 th - 50th karena biasanya sudah mempunyai penghasilan dan juga sudah tau tentang suatu makanan apakah makanan tersebut enak, nikmat atau tidak dan sebagainya. 
Untuk makanan seafood ini kemungkinan Orang yang berumuran 20 th - 50 th juga Lebh sedikit yang mengalami ALERGI, jikalaupun ada Orang - orang berUsia 20 -50 th tersebut bisa mengatasinya. 

POSITIONING: Produck yang saya jual adalah makanan seafood dengan harga yang Terjangkau untuk Semua kalangan, Karena saya akan memberikan suatu menu - menu pilihan dan harga yang sesuai yang di butuhkan oleh pelanggan yang ingin menikmati makanan di Restoran waWaY,  misalkan dari kalangan kelas bawah ingin membeli satu menu yang harganya Untuk kelas Menengah, Maka saya akan berikan separo harga untuk Setengah Porsi .

Agar pelanggan tau dan Kenal tentang Restoran saya, maka: 
1.  Saya akan Membuat plang/papan Nama untuk restoran saya yaitu: 

2. Pegawai Restoran berseragam rapi, memakai seragam Batik berwarna merah dan celana hitam.3. Restoran saya menyajikan dan  menjual berbagai macam makanan seafood  yang Unik, sesuai selera anda, dari BBQ , pepes, goreng renyah, dan bisa anda olah sesuai dengan yang anda inginkan dan juga bisa anda ambil serta pilih sendiri seafood -seafood kesukaan anda di tempat penampungan yang telah tersedia  seperti foto di bawah ini. 

Mendapatkan berbagai macam makanan tambahan free / Gratis untuk pembelian paket hemat , dan menyediakan berbagai macam keistimewaan untuk pelanggan yang telah menjadi member di Restoran saya. 

Menyediakan berbagai macam menu yang paling di sukai  yaitu Kepiting isi taboh, dan Kepiting isi sambal asam pedas, Gorud kasmaran, Nasgor pelangi, Kumis cumi telur asin dan sambal hijau kemangi. 


                                                                                                   








          

       Jadi apabila KONSUMEN ingin membeli makanan seafood , akan teringat di benak mereka bahwa bahwa akan mencari makanan tersebut di sebuah Restoran Seafood yang mempunyai citi tertentu.
         Demikian lah Tulisan  saya mengenai STP Dalam Setrategi pemasaran ini, yang Saya Rangkaum dari Materi minggu ke 3 , yang di jelaskan Oleh Bapak Nur Agustinus selaku Pembimbing dalam Pembelajaran ini.
     Saya sangat berSyukur Karna telah bisa masuk dan mengikuti kelas Online ini, Sehingga bisa menambah Ilmu Pengetahuan serta Wawasan saya dalam Menentukan Langkah- langkah yang akan saya Ambil dalam BerBisnis dan Menjadi Enterpreneur.
  
   Terimakasih Saya Haturkan Kepada yang Terhormat Bapak Pembimbing, dan Terimakasih pula kepada Pembaca  Yang mau meninggalkan Kritik, serta Masukan nya di kolom Komentar.


Sekian dari saya, Salam sukses & salam Enterpreneur.  Wassalamu'alaikum wr wb.