PENERAPAN BUDAYA KERJA 5R di BISNIS RITEL
Assalamu'alaikum wr wb.
Setelah mempelajari modul minggu ke 5 tentang 5R dan melakukan pengamatan ke
lapangan, serta melihat toko ritel di sekitar Hongkong maka membuat saya lebih faham betapa pentingnya menerapkan 5R dalam bisnis Ritel.
(hasil rangkuman modul minggu ke 5 oleh Bpak. NUR Agustinus.)
Budaya 5R adalah suatu budaya yang di terapkan oleh orang jepang yang memiliki etos kerja yang hebat, untuk meningkatkan produktivetas dengan cara melakukan kegiatan menata tempat kerja. Karena lingkungan kerja yang Nyaman, dan teratur, dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang tinggi di perusahaan..
5 R adalah terjemahan dari 5 S YAITU:
- RINGKAS >< SEIRI
- RAPI >< SEITON
- RESIK >< SEISO
- RAWAT >< SEIKETSU
- RAJIN >< SHITSUKE
Mengapa perlu adanya 5R di dalam bisnis ritel..???
- Untuk menghilangkan "waste" dari proses tidak terkendali.
- Untuk mengontrol penempatan dan letak persediaan peralatan dan bahan.
- Menerapkan sistim kontrol untuk lebih baik.
- Untuk perbaikan standarisasi kerja.
Salah satu Metode perubahan dan perbaikan yang di lakukan banyak perusahaan adalah harus menerapkan 5R . Setelah mengamati beberapa Toko yang ada di sekitar mall, saya menemukan satu di antara tuko-toko tersebut yang tidak menerapkan 5R. yaitu PARK & SHOP yang berkompetitor dengan WELCOME dan toko-toko pusat pembelanjaan yang lain yang menjual berbagai macam produk ritel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Setelah saya masuk dan mengamati sendiri toko ini , ternyata masih banyak yang masih belum di lakukan atau di terapkan oleh pemilik toko ini mengenai 5R. mari kita lihat dari
pengamatan saya tentang 5R berikut ini:
- SEIRI >< RINGKAS. Toko ini terkesan SEMERAUT karena kondisi Barang-Barang toko yang tidak tertata rapi, yaitu seperti barang yang terpakai dan yang sudah tidak terpakai atau di gunakan tercampur dan juga berserakan di antara RAK-RAK produk jualan. Contohnya : Kardus dan teroli, yang akan menghalangi pelanggan untuk berlalu lalang . Dan juga produknya seperti roti bungkus, mie instan dan snak tercampur jadi satu sehingga menyulitkan pelanggan. contohnya seperti foto ini.
- SEITON >< RAPI. Kerapihan nya pun kurang dalam toko inikarena penataan barang atau produk masih ada yang di tempatkan tidak berdasarkan pada tempatnya dan jenis materialnya, sehingga terkadang sulit untuk mencari material sejenis, Toko ini terkesan tidak rapi dan tidak sedap di pandang mata karena setelah saya amati, hal ini di karenakan a) Pelanggan yang mengambil suatu produk kemudian mereka tidak jadi atau berubah fikiran untuk membelinya, kemudian menaruh kembali produk tersebut tetapi tidak di tempat semula . b) Barang atau Produk yang di tempatkan di depan Rak-rak belanjaan juga sangat mengganggu pelanggan untuk memilih -milih produk yang mereka butuhkan. seperti foto ini.
- SEISO >< RESIK Yang berarti kebersihan dalam toko ini, setelah saya amati walaupun tidak terdapat sarang laba-laba dan coretan-coretan di dinding, pintu, dan rak-rak product tapi kebersihan nya bisa di kategorikan kurang bersih, contohnya keranjang belanja dan troli dan tempat untuk menimbang sayur juga sangat kotor seperti foto ini
- SEIKETSU >< RAWAT Setelah saya amati tentang perawatan toko ini juga sangat kurang, yaitu tentang perawatan produknya contohnya seperti Sayuran dan buah-buahan, terkadang sayuran yang tadinya segar karena tidak di tata rapi dan terkesan bertumpuk-tumpuk sehingga menyebabkan sayuran dan buah-buahan banyak yang Rusak dan tidak layak untuk di jual. Contohnya seperti foto ini.
- SHITSUKE >< RAJIN Untuk penelitian Rajin ini Saya simpulkan bahwa di toko ini para pekerjanya tidak rajin, karena seperti yang sudah saya tuliskan di atas setelah penelitian yait: Masih terdapat sampah yang berserakan, Tempat yang kotor tidak segera di bersihkan, Kardus-kardus dan teroli yang sudah tidak terpakai tidak segera di buang atau di tata dengan rapi, seperti foto ini,
Dijelaskan di modul minggu ke 5 tentang 5R bahwa SHITSUKE ><RAJIN ini lebih mengarah kepada membangun kesadaran masing-masing individu untuk secara konsisten menjalankan 4R sebelumnya, dan masing-masing individu tersebut dapat berdisiplin dalam menjalankan prinsip bekerja meski tidak di Awasi oleh Atasan nya.
- Contohnya:ü Membuang sampah pada tempatnya, jadi di setiap sudut toko bisa di berikan kotak sampah.ü Segera memungut sampah yang berserakan di dalam toko.ü Tidak meludah sembarangan, karena ludah bisa menimbulkan banyak kuman dan virus penyakit.ü Mempunyai INISIATIF yaitu merapikan barang tanpa harus ada perintah dari atasan.ü Melaksanakan piket kebersihan tanpa di komando.Sekian lah tulisan dari hasi pengamatan saya tentang 5R di 2 toko ritel ini. SEMOGA BERMANFAAT.. TERIMAKASIH.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar